PENTINGNYA ILMU AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI

Khutbah Sholat Jum’at, 27 Mei 2016

Oleh : M. Khoirul Falah, SA

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله المنعم المعين الهادي إلى الصراط المستقيم، وبه نستعين في أمور الدنيا والدين، ونشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له إله الأولين والآخرين، ونشهد أن محمدا عبده ورسوله خيرة المختارين، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعه إلى يوم الدين، أما بعد فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Marilah kita selalu mensyukuri nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kita semua. Dan pergunakanlah semua kenikmatan itu sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada-Nya dengan cara mentaati semua perintahnya dan menjauhi semua laranganya atau imtitsalu awamirillah wajtinabu nawahihi.

Diantara sekian banyak nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah adalah hikmah ilmu pengetahuan dan teknologi. Terbukti kemajuan sains dan teknologi telah memberikan kemudahan-kemudahan bagi kehidupan manusia. Dan semua kenikmatan, apapun bentuknya pada hakekatnya berasal dari Allah sesuai dengan firman-Nya :

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

Artinya : “dan apa saja yang ada pada kamu sekalian, maka itu datang dari Allah”

 (QS. An-Nahl : 53)

 

Kaum Muslimin rahimakumullah

Kalau kita merenungkan kenyataan hidup dan kehidupan manusia sekarang ini secara lebih mendalam, sebagai orang yang beriman kita sangat prihatin. Bukankah seakan-akan manusia sekarang dengan keunggulan teknologi yang dikuasainya itu telah berani melecehkan peringatan Tuhan. Manusia sekarang seolah tidak merasa dosa dan tidak lagi merasa takut akan akibat dari perbuatanya yang telah banyak membawa kerusakan. Bukankah Allah Swt telah berfirman :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya : “Telah Nampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”. (QS : Ar-Ruum : 41)

 

Tentu yang menjadi penyebabnya adalah kemajuan iptek yang tidak dibarengi moral agama Islam. Agama Islam telah mewajibkan umat Islam untuk menuntut ilmu sebagai mana sabda Nabi :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Artinya : “Mencari ilmu itu sangat wajib bagi orang islam laki-laki dan perempuan”

(HR. Ibnu Majah)

Namun Ilmu yang wajib menurut para Ulama’ itu adalah Ilmu al-hal (ilmu keadaan keseharian) yaitu cara sehari-hari kita berhubungan dengan sang Khaliq seperti sholat. Dan bagaimana cara sehari-hari kita berinteraksi dengan sesama makhluq seperti bermu’amalah.

Dan Imam Ghozali pun membagi ilmu secara global ada Ilmu Mahmudah (Ilmu yang terpuji) dan Ilmu Madzmumah (Ilmu yang tercela), dan Ilmu yang Mahmudah pun masih terbagi yang Fardlu ‘Ain dan Fardlun Kifayah. Dan banyak orang melalaikan hal tersebut yaitu mendahulukan Fardlu Kifayah dari pada Fardlu ‘Ain, yang mana ilmu yang hukumnya Fardlu ‘Ain adalah Kewajiban bagi setiap individu untuk mengetahuinya.

 

Sidang Jum’at rahimakumullah

Suatu bangsa harus bersikap bijak dalam memanfaatkan iptek, agar dapat dipergunakan untuk mensejahterakan masyarakat secara lahir batin tanpa merusak lingkunganya. Dengan kata lain ilmu dan teknologi yang kita pergunakan haruslah ilmu teknologi yang sadar akan tanggung jawab sosial dan ekologis sebagaimana diajarkan dalam ilmu agama, terutama yang dapat menyelamatkan akhlaq manusia serta menghindarkan mereka dari segala tindak kedzoliman.

Selama ilmu pengetahuan dan teknologi dimaksudkan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia, maka islam memberi kesempatan kepada manusia untuk mengembangkanya. Bahkan umat islam, terutama generasi mudanya harus sekuat tenaga untuk tampil sebagai umat yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam Al-Qur’an cukup banyak ayat yang isinya berkaitan ilmu pengetahuan dan teknologi. Al-Qur’an juga memotivasi manusia untuk bisa melintasi, menguasai dan memakmurkan alam semesta ini dengan kekuatan iptek. Allah Swt berfirman :

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

Artinya : “Wahai golongan jin dan manusia. Jika kamu mampu melintasi penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. Kamu tidak akan dapat melakukanya kecuali dengan kekuatan.”

(QS. Ar-Rahman : 33)

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Dari uraian di atas, maka sebelum kami mengakhiri khutbah ini, kami ingin berpesan, bahwasanya di dalam mendidik anak-anak dan generasi muda kita, mari kita tekankan agar pengetahuan yang mereka pelajari jangan hanya bidang pengetahuan saja, yang mana pengetahuan agama lebih utama, namun jangan sebatas pengetahuan agama saja, tapi hendaklah meliputi kedua-duanya. Mari kita tanamkan keyakinan kepada generasi muda kita bahwa hanya dengan ilmu agama dan ilmu umum yang selaras insyaAllah hidup manusia akan sejahtera di dunia dan mendapat keselamatan di akhirat serta mendapat ridho dari Allah Swt. Amin….

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ. الْأَبْتَرُبَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 Binaumma Tebuireng. All rights.