Khutbah Jum’at 17 Februari 2017

الحمد لله الحمد لله الذي هدانا سبل السلام، وأفهمنا بشريعة النبي الكريم، أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، ذو الجلال والإكرام، وأشهد ان سيدنا ونبينا محمدا عبده و رسوله، اللهم صل و سلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وأصحابه والتابعين بإحسان إلى يوم الدين، اما بعد: فيايها الاخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

 

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

 

Marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah swt. dengan selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sedikit kita mengingat sabda Rasulullah saw. Beliau pernah bersabda bahwa kelak pada hari kiamat Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada tujuh (golongan) orang. Salah satunya adalah seorang pemimpin yang adil sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah:

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِل

“Rasulullah SAW bersabda: Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat perlindungan dari Allah (pada hari kiamat) di mana pada hari itu tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. Yang pertama  dari ketujuh orang tersebut yaitu pemimpin yang adil.”

Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa seorang pemimpin yang adil akan dicintai oleh Allah SWT, tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat. Pemimpin yang adil sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, damai dan sejahtera. Pemimpin yang adil akan lebih menjamin ketentraman dalam masyarakat dibandingkan pemimpin yang tidak adil atau dzalim, jika pemimpin dzolim (tidak adil) maka tentu termasuk golongan yang dimurkai oleh Allah dan dibenci oleh masyarakat.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Keadilan memang suatu kebajikan yang memang tuntutan dari agama, maka dari itu tidak hanya seorang pemimpinlah yang seharusnya adil tetapi juga setiap manusia. Dalam hal keadilan, Allah swt. berfirman:

اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى [المائدة: 8[

“Berlakulah adil karena adil itu lebih dekat kepada ketakwaan kepada Allah.” (QS. Al-Maidah : 8)

Ayat di atas menegaskan bahwa berlaku adil sangat dekat dengan ketakwaan kepada Allah swt. Bukan termasuk orang yang bertakwa apabila seseorang tidak bisa bersikap adil dalam kehidupannya. Kita tahu kita adalah pemimpin. Oleh karena itu siapa pun dituntut berlaku adil terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Dalam skala paling kecil, yaitu kita memimpin diri kita sendiri dan jangan sampai kita dikuasai oleh hawa nafsu sehingga kita tidak berlaku adil hanya karena demi menuruti hawa nafsu kita. Dalam skala kecil lainnya yaitu keluarga, suami atau yang sudah menjadi bapak adalah pemimpin. Sebagai pemimpin harus berlaku adil kepada anggota keluarganya, jangan sampai pilih kasih terhadap salah satu anaknya.

 

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Salah satu contoh sikap yang bertentangan dengan prinsip keadilan adalah sikap pilih kasih. Sikap seperti ini tidak adil karena berarti bersikap diskriminatif kepada yang lain, seperti ketika dalam menghukumi seseorang yang salah tetapi kita memberatkan kepada orang yang kita benci, tentu hal tersebut sangat dilarang dalam Islam sebagaimana Firman Allah:

وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلا تَعْدِلُوا [المائدة: 8]

“Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorongmu berlaku tidak adil.” (QS. Al-Maidah : 8)

Ayat di atas sangat jelas menekankan bahwa keadilan tidak boleh pandang bulu. Tidak dibenarkan seseorang hanya berlaku adil kepada diri sendiri dan keluarga, sementara kepada orang lain bertindak tidak adil. Dalam Islam, keadilan berlaku untuk semua tanpa memandang asal usul keturunan, suku  maupun golongan. Seperti itulah yang diterapkan Rasulullah SAW dalam menangani masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat, seperti ketika menengahi ketegangan antar suku yang hampir menimbulkan pertumpahan darah diantara mereka.

Rasulullah SAW sangat menekankan berlakunya prinsip keadilan di tengah-tengah masyarakat. Beliau menunjukkan kesalahan para pemimpin di zaman Jahiliyah yang tidak menghukum orang-orang elite yang mencuri. Tetapi apabila orang-orang rendahan atau rakyat jelata mencuri, mereka menjatuhkan hukuman. Beliau mengecam hal itu dan menyampaikannya dalam suatu khutbah sebagaimana tertuang dalam hadits beliau yang diriwayatkan Muslim:

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya yang membuat rusak orang-orang sebelum kalian adalah, ketika orang-orang terpandang mencuri, mereka tidak menghukumnya, sementara jika orang-orang yg rendahan dari mereka mencuri mereka menegakkan hukuman had.”

 

Kaum Muslimin yang dirahmati oleh Allah

Sebagai penutup khutbah ini, saya akan mengingatkan bahwa Imam Ibnu Taimiyah pernah mengatakan: ”Seorang raja atau pemimpin yang adil akan bertahan dalam kepemimpinannya meskipun dia seorang kafir. Sedangkan raja atau pemimpin yang tidak adil atau dzalim tidak akan bertahan walau dia seorang Muslim.”

Demi terciptanya kesejahteraan masyarakat dan kestabilan sosial mari kita berdoa agar semua masyarakat di Indonesia bisa berlaku adil dan khususnya para pemimpin-pemimpin sehingga Negara Indonesia bisa makmur dan sejahtera. Amin

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 Binaumma Tebuireng. All rights.