Khutbah Jum’ah 24 Februari 2017

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الْحَمْدُ للهِ القَوِيِّ الْمَتِينِ ، سُبْحَانَهُ تَعَالَى الَّذِى خَلَقَ الإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ، وَ هَدَاهُ لِلْمَنْهَجِ القَوِيمِ ، وَ سَنَّ شَرَائِعَ فِيهَا القُوَّةُ وَالتَّمكِينُ ، بِحِكْمَتِهِ نُؤْمِنُ ، وَبِقُدْرَتِهِ نُوقِنُ ، عَلَيْهِ نَتَوَكَّلُ وَ إِيَّاهُ نَستَعِينُ ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى بِمَا هُوَ لَهُ أَهْلٌ مِنَ الْحَمْدِ وَ الثَّنَاءِ عَلَيْهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيَّدَنَا وَ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ ، لَمْ يَزَلْ مُتَوَكِّلاً عَلَى رَبِّهِ ، وَاثِقًا بِوَعدِهِ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّم ، وَعَلَى كُلِّ مَنْ اقْتَدَى بِسُنَّتِهِ إِلَى يَومِ الدِّينِ .اَمَّا بَعْدُ : فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَ طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَ قُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ مَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَ رَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .

 

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmatNya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat beribadah mengabdi kepadaNya setiap waktu demi menggapai ridla-Nya.

Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT; takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua pada derajat yang Dia ridhoi, di dunia dan di akherat. Amin ya rabbal ‘alamin.

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah

Akhir-akhir ini, banyak berita adanya kejadian-kejadian yang mengguncang keutuhan, keamanan dan keragaman masyarakat negara Indonesia sampai-sampai situasi kerukunan beragama pun mengalami kegoncangan. Berbagai kalangan pun memberikan tanggapan atas perkembangan situasi yang semakin kompleks. Pemberian tanggapan pun berbeda-beda seiring perbedaan sumber dan pola berpikir yang menyampaikan. Perbedaan ini memunculkan solusi-solusi alternatif yang juga berbeda-beda. Dari perbedaan solusi ini, penerimaan oleh pendengar atau masyarakat pun menjadi berbeda-beda. Dan perbedaan penerimaan ini melahirkan aksi atau sikap yang berbeda-beda pula. Aksi dan penyikapan yang berbeda-beda ini pun melahirkan perubahan-perubahan sikap dan akibat yang juga berbeda-beda. Maka dari itu kita sebagai masyarakat muslim harus bijak dalam menanggapi hal tersebut.

Terkhusus pada aspek keagamaan, perbedaan penyikapan dari informasi yang diterima juga melahirkan aneka ragam sikap dan aksi. Meskipun sama sumbernya, yakni Al-Qur’an dan al-Hadits, akan tetapi tetap memunculkan perbedaan-perbedaan sikap yang beragam. Dari sikap toleran sampai dengan sikap yang keras tanpa toleransi. Penerimaan masyarakat pun menjadi berbeda-beda, sebagai akibat penyikapan yang berbeda-beda terhadap suatu informasi. Tidak jarang  memunculkan konflik yang tentu saja merugikan beberapa pihak. Dan tentu saja konflik ini mengganggu stabilitas keamanan dan kerukunan di dalam lingkungan kemasyarakat.

Kaum Muslimin yang dirahmati oleh Allah

Terjadinya perbedaan sikap dan aksi-aksi yang ada tidak lain karena adanya informasi yang masuk terhadap masyarakat kita dan ada beberapa pihak yang mengganggap informasi tersebut dipelintir atau bahkan hoax, dan sebagian masyarakat ada yang menganggap hal tersebut adalah suatu pelecehan terhadap salah satu etnis tertentu atau bahkan agama tertentu. Maka dari itu perlu adanya klarifikasi atau tabayyun.

Tradisi tabayyun merupakan tradisi ajaran Islam yang dapat menjadi solusi dari zaman ke zaman. Terutama bagi informasi-informasi yang berpotensial memunculkan konflik dalam masyarakat. Metode tabayyun merupakan proses klarifikasi sekaligus analisis atas informasi dan situasi serta problem yang dialami umat. Harapannya akan mendapatkan hasil kesimpulan yang lebih bijak, arif dan lebih tepat sesuai keadaan masyarakat sekitarnya.

Allah SWT memberikan pelajaran bagi kita semua dalam firmanNya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS. Al-Hujurat: 6)

Pada ayat lain Allah SWT berfirman :

وَ لاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ , إِنَّ السَّمْعَ وَ الْبَصَرَ وَ الْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya” (QS al-Isrâ’ [17]: 36).

Ayat tersebut, mengandung makna yang selaras dan saling melengkapi dengan ayat yang telah tersebutkan sebelumnya. Ayat pertama menyebutkan keharusan bertabayyun terhadap adanya suatu berita atau informasi ataupun datangnya suatu pemahaman dan cara berpikir keberagamaan yang baru. Sedangkan pada ayat kedua disiratkan tidak diperkenankannya mengikuti sesuatu yang belum diketahui secara jelas. Menyiratkan pula adanya proses tindak lanjut terhadap sesuatu yang belum diketahui, agar dapat diketahui secara benar dan jelas. Aktivitas pendengaran, aktivitas penglihatan dan aktivitas hati akan dimintakan pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Mari kita semua selalu berusaha untuk klarifikasi/tabayyun setiap informasi yang masuk apalagi yang berpotensi menimbulkan konflik antar umat beragama sehingga bisa menimbulkan kekacaun di negeri kita tercinta ini, kita tahu bahwa keragaman umat sudah ada sejak zaman Nabi saat memulai membangun pemerintahan yaitu di kota Madinah dengan dibuat undang-undang tertulis berupa piagam Madinah.

Sebagai penutup mari kita berdoa agar seluruh masyarakat Indonesia bisa rukun dan umat Islam tidak menjadi  terpecah belah Amin.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 Binaumma Tebuireng. All rights.