KHOTBAH JUM’AH 27 JANUARI 2017

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله اتباعا لما أمر أشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له إرغاما لمن جحد به وكفر وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد الخلائق والبشر. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه الأخيار أما بعد . فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

Sidang Jumat rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah swt. dengan selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan Islam sebagai pedoman hidup yang lurus, lengkap, dan sempurna. Sebagaimana dalam al-Qur’an:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا [المائدة: 3[

Artinya: “Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam menjadi agamamu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Ajaran Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia termasuk masalah politik , sosial dan tata pemerintahan. Karena pada dasarnya Islam bukan hanya mengajarkan bagaimana beribadah ritual saja, tapi juga mengajarkan bagaimana berorganisasi, berbisnis, berpolitik dsb.

Di bidang politik dan pemerintahan misalnya, Islam tidak memisahkan antara politik dan agama, karena Islam memandang bahwa poltik merupakan tugas di dunia yang berkaitan dengan amaliyah akhirat. Misalnya, pemerintahan harus adil dan mendahulukan kepentingan pihak yang lemah. Selain itu Islam juga menganjurkan demokrasi (musyawarah) dalam pemerintahan dan pada dasarnya politik Islam menghendaki sebuah system yang demokratis. Sebagaiman firman Allah:

وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ  [الشورى: 38]

Artinya: “Dan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka”(QS. Asy Syuuro : 38)

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ [آل عمران: 159]

Artinya: “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu” (QS. Ali Imran: 159)

Sementara itu Rasulullah saw bersabda:

واجعـلوا شورى بينكم ولا تقضوا برأي واحد ]رواه عبد البر[

Artinya: “Lakukanlah musyawarah di antara kamu sekalian. Janganlah kamu memutuskan sesuatu berdasarkan pendapat satu orang saja” (HR. Abdul Barr)

Selain itu, sayyidina Ali ra. juga berkomentar dalam hal berdemokrasi (musyawarah)

ما هلك امرؤ عن مشورة

Artinya: “seseorang tidak akan rusak sebab bermusyawarah”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Di dalam al-Quran dan al-Hadits banyak sekali keterangan yang menjelaskan bahwa dalam Islam, kepemimpinan ditegakkan atas dasar demokrasi. Dimana setiap pengambilan keputusan senantiasa dilakukan dengan bermusyawarah tidak didasarkan keputusan sepihak, artinya ditempuh dengan jalan demokrasi. Rosulullah sendiri meskipun beliau menjadi rosul dan selalu dibimbing oleh Allah tetapi beliau sering berkonsultasi dan mengajak bermusyawarah kepada para sahabatnya dalam mengatur kenegaraan dan sosial kemasyarakatan. Jiwa demokratis beliau juga telah ditunjukan dalam setiap pengangkatan seorang pemimpin. Jiwa demokratis ini juga ditiru oleh para sahabatnya disaat menangani masalah dunia bahkan setelah sepeninggal Rasulullah dalam pengangkatan khalifah/pemimpin juga berdasarkan musyawarah yaitu pada masa khulafaurrasyidin.

Kepemimpinan dalam Islam adalah kepemimpinan demokratis, tetapi bukan demokrasi liberal ala barat, kepemimpinan Islam berpijak pada demokrasi yang menghargai prinsip kebebasan berpendapat yang didasarkan pada kebenaran yang seusai syariat, dimana sumber pendapat, ide, pemikiran, konsep dll selalu dilandaskan dan dikembalikan pada al-Qur’an dan Hadits Nabi tidak dilandaskan hawa nafsu belaka. Sebagaiman firman Allah:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ [المائدة: 49]

Artinya: “Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka (QS. Al- Maidah: 49)

Dengan demikian sesungguhnya masyarakat Islam adalah masyarakat yang demokratis, yang tidak membenarkan adanya satu golongan mendominasi semua golongan dan adanya pemusatan kekuatan pada seseorang atau kelompok elit politik tertentu. Islam memerikan persamaan hak kepada setiap golongan untuk berpendapat dan berekspresi serta menjabat suatu jabatan tertentu.

Demikanlah sekilas pandangan demokrasi dimata syariat Islam, sebagai penutup marilah kita berdoa kepada Allah semoga bangsa kita ini dikaruniai rahmat, hidayah, kekuatan, serta pertolongan-Nya. Amin

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين

 

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 Binaumma Tebuireng. All rights.