Khobah Jum’at

الْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Sidang Jumat rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah swt. dengan selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan Rosulullah sebagai pendakwah utama dalam Islam sehingga dijadikan Allah sebagai pemberi kabar baik bagi orang Islam dan peringatan kepada orang non Islam. Allah berfirman

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا [الإسراء: 105]

Artinya: Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (QS. Al-Isra : 105)

Allah memerintahkan untuk berdakwah, yaitu mengajak ke jalan-Nya agar objek dakwah mendapatkan petunjuk meskipun sesungguhnya Allahlah pemberi hidayah. Allah berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ  ]النحل : 125[

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari JalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. AN-Nahl: 125)

Disebutkan juga dalam hadits:

انْفُذْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللَّهِ فِيهِ

Artinya: Berangkatlah menuju tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam. Beritahukanlah hak-hak Allah yang wajib mereka tunaikan” [HR Bukhâri]

Adapun Tujuan utama da’wah islam adalah agar umat manusia beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun selain-Nya, dengan meniti syariat. Sebagimana firman Allah swt:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ  [الذاريات: 56]

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat : 56)

 

Dengan kata lain, Da’wah memiliki tujuan untuk mengantarkan umat manusia menuju ridha Allah, jalan yang lurus, dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Allah berfirman memerintahkan Rasul-Nya, Muhammad agar menyeru umat manusia dengan beberapa metode sebagaimana dalam ayat yang telah disebutkan tadi (an-Nahl : 125). Yang pertama adalah dengan hikmah, apa itu hikmah? Menurut Ibnu Jarir hikmah adalah apa yang telah diturunkan oleh Allah berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah artinya apa saja yang telah disyariatkan oleh Allah kepada manusia. Dalam tafsir al-Mishbah, Hikmah juga berarti sebagai sesuatu yang bila digunakan/diperhatikan akan mendatangkan kemashlahatan dan kemudahan yang besar atau yang lebih besar, serta menghalangi terjadinya mudharat atau kesulitan yang besar atau yang lebih besar. Hanya saja, metode dakwah ini lebih sesuai untuk cendekiawan yang berpengetahuan tinggi.

Metode yang kedua adalah dengan mauidhah khasanah, adalah dengan nasehat yang baik yang bermuatan peringatan terhadap manusia akan dosa-dosa serta realita yang dilakukan oleh manusia, agar mereka takut terhadap siksa Allah, sehingga mereka tidak menjadikan perbuatan dosa sebagai kebiasaan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Adapun metode dakwah yang ke 3 adalah bermujadalah(berdebat/berdiskusi) yang baik artinya jika dalam berdakwah memerlukan argument sampai berdebat atau berdiskusi maka lakukanlah hal tersebut dengan cara yang baik, berteman, lembut, dan perkataan yang baik sehingga tidak sampai terjadi permusuhan. Metode ini pun senada dengan firman Allah swt. dalam surat al-‘Ankabut ayat 46

وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ [العنكبوت : 46]

Artinya:  Janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.

Dan Allah pun menyuruh Nabi Musa dan Harun untuk berkata halus kepada umatnya termasuk raja Fir’aun, sebagaimana dalam al-Quran

فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى  [طه : 44]

Artinya:  Katakanlah oleh kalian berdua (Musa dan Harun) kepadanya perkataan lembut semoga dia mendapat peringatan atau takut firman-Nya (QS. Thoha : 44)

Tiga macam itulah merupakan metode dakwah yang diperintahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad, dan semoga khutbah ini bermanfaat bagi kita semua serta kita semua senantiasa mendapatkan taufiq dan hidayah dari Allah swt dan bisa berdakwah sesuai apa yang disyariatkan oleh Allah kepada Rosul-Nya

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لَيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 Binaumma Tebuireng. All rights.